Kelompok II
Read more "Evaluasi..."
Tampilkan postingan dengan label Andragogi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Andragogi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 10 Juni 2010
Sabtu, 20 Maret 2010
Senin, 08 Maret 2010
Evaluasi POD ; Resume 6
Evaluasi adalah suatu cara untuk mengukur hasil dari kegiatan pendidikan. Evaluasi dapat diklasifikasikan menurut tingkat formalitas dan ketepatannya :
1. Evaluasi informal : penilaian terhadap masalah sederhana tanpa menggunakan banyak pertimbangan prinsip evaluasi.
2. Evaluasi semiformal
3. Evaluasi formal : menggunakan prosedur riset yang canggih.
Pengelompokkan evaluasi berdasarkan tujuan :
1. Evaluasi formatif : mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan selama masa pengembangan program. Biasanya digunakan untuk memperoleh data yang akan digunakan untuk memperbaiki materi pengajaran.
2. Evaluasi sumatif : suatu proses evaluasi untuk menentukan efisiensi dan efektivitas satuan acara pengajaran. Digunakan untuk menilai manfaat program versi terakhir.
Manfaat :
1. Menentukan patokan awal
2. Mengetahui keberhasilah suatu kegiatan
3. Mencek secara periodic efektivitas suatu program
4. Memberikan rasa aman kepada pelaksana tugas
5. Memberikan bukti konkret kepada pihak yang terkait
6. Meningkatkan sikap professional kepada penerima evaluasi
Tujuan evaluasi
1. Menentukan seberapa dekat kelas telah mencapai tujuan yang ditentukan
2. Mengukur tingkat perkembangan yang dicapai
3. Menentukan efektivitas bahan, metode dan kegiatan pengajaran
4. Memberikan informasi yang bermanfaat bagi peserta didik, instruktur dan masyarakat.
Prinsip evaluasi
1. Mempunyai tujuan yang pasti
2. Menggunakan tujuan yang terjangkau
3. Bukti tentang perubahan dalam individu
4. Menggunakan instrumen yang tepat
5. Kerja sama antara peneliti dengan orang yang dinilai kemajuannya
6. Tidak perlu mengevaluasi semua hasil pembelajaran
7. Evaluasi harus berkesinambungan
Prosedur evaluasi
1. Mengecek tujuan
2. Memeriksa apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan
3. Mengumpulkan bukti
4. Menentukan sumber bukti
5. Menentukan alat untuk memperoleh bukti
6. Menganalisis bukti
7. Menggunakan hasil
Referensi :
Suprijanto,H. (2007). Pendidikan Orang Dewasa; dari Teori hingga Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Read more "Evaluasi POD ; Resume 6..."
Label:
Andragogi
Sabtu, 06 Maret 2010
Tugas Kuliah Online I
1. Batasan Pembahasan Kelompok
Komunikasi adalah segala proses kegiatan antar dua atau lebih party untuk berbagi informasi, ide, dan perasaan. Sesuatu disebut komunikasi karena karakteristiknya yang unik, merupakan suatu proses yang dinamis, terikat konteks, simbolik, dan transaksional.
Metode karyawisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.
2. Kesimpulan:
A. Komunikasi
Komunikasi adalah segala proses kegiatan antar dua atau lebih party untuk berbagi informasi, ide, dan perasaan. Sesuatu disebut komunikasi karena karakteristiknya yang unik, merupakan suatu proses yang dinamis, terikat konteks, simbolik, dan transaksional. Proses komunikasi melibatkan serangkaian kegiatan yang berlangsung terus-menerus. Dalam komunikasi terjadi penyampaian dan penerimaan pesan diantara dua party atau lebih, yang dapat dilakukan melalui symbol verbal dan nonverbal.
Simbol verbal adalah bahasa yang merupakan system lambang yang digunakan masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri. Sedangkan symbol nonverbal adalah komunikasi selain bahasa. Seperti unsur pralinguistik, gaze, gesture, eye contact, body movement, touch dan lain-lain.
Dalam komunikasi verbal terdiri dari komunikasi lisan dan tertulis. Komunikasi lisan adalah komunikasi yang menggunakan suara sebagai sarananya, termasuk menyimak dan berbicara. Sedangkan komunikasi tertulis adalah program komunikasi yang ditujukan kepada yang membaca (Suprijanto, 2008: 196).
Komunikasi terbagi atas komunikasi formal, informal, dan semiformal. Keefektivan dalam pemilihan jenis komunikasi yang kita gunakan tergantung pada situasi, keadaan, atmosphere, dan tujuan komunikasi tersebut diadakan.
B. Karyawisata
Metode karyawisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.
Karya wisata ini cocoknya diadopsi untuk metode pembelajaran pada pembelajaran yang jauh dan bergantung pada objek yang dipelajari, tujuan, keobjektivitasan proses pembelajaran, gaya belajar, dan karakteristik pendidikan murid, kompetensi dari pengajar, lingkungan belajar, waktu yang tersedia dan waktu tertentu, dan juga sumber daya yang tersedia.
Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :
a) Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
b) Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
c) Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.
Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
c. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
d. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
e. Biayanya cukup mahal.
f. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.
Teknik penggunaan karya wisata yang efektif memerlukan langkah-langkah sebagai berikut : (a) Persiapan, tujuan jelas, pemilihan teknik, adanya koordinasi dengan tempat objek, penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas, mempersiapkan sarana, (b) Pelaksanaan karya wisata, (c) Akhir karya wisata, berdiskusi dan menyusun laporan.
Alasan penggunaan metode ini : (1) objek tidak dapat dibawa dalam kelas, (2) melengkapi proses belajar.
Tujuan metode ini: (1) melengkapi pengetahuan yang diperoleh dikelas, (2) melihat, mengamati, dan menghayati objek secara langsung, (3) menanamkan nilai moral pada siswa.
Langkah- langkah Pokok dalam Pelaksanaan Metode Karyawisata
1. Perencanaan Karyawisata : a)Merumuskan tujuan karyawisata. b) Menetapkan objek kayawisata sesuai dengan tujuan yang hendak di-capai. c)Menetapkan lamanya karyawisata. d) Menyusun rencana belajar bagi siswa selama karyawisata. e) Merencanakan perlengkapan belajar yang harus disediakan.
2. Pelaksanaan Karyawisata
Fase ini adalah pelaksanaan kegiatan belajar di tempat karyawisata de-ngan bimbingan guru. Kegiatan belajar ini harus diarahkan kepada tujuan yang telah ditetapkan pada fase perencanaan di atas.
3. Tindak Lanjut
Pada akhir karyawisata siswa diminta laporannya baik lisan maupun tertulis, mengenai inti masalah yang telah dipelajari pada waktu karya wisata.
4. Pembuatan laporan
Hasil yang diperoleh dan kegiatan karyawisata ditulis dalam bentuk laporan yang formatnya telah disepakati bersama.
Kelompok II
Testimoni
Marisa says : akhirnya perjuangan yang sangat menguras tenaga dan pikiran berakhir juga. Walaupun di tengah pengerjaan sempat ada kesalahan persepsi, tugas ini bisa juga kami selesaikan dengan baik. Semogalah usaha kami ini tidak sia-sia dan ke depannya bisa lebih baik lagi. J))))
Debby says: (Teriakan hati) yey.. akhirnya selesai juga. Mengerjakan ini sudah cukup menyita waktu tidur dan uang sekalian (walaupun pengeluaran uangnya dilakukan secara sadar hahaha ^^). Belum lagi melihat adanya cekcok sewaktu mengkonfirmasi link, dan mati listrik merupakan musuh yang terbesar. Ya sudah lah... yang penting selesai.. hehe...
Calvina says : Hmmm..perkuliahan online ternyata susah juga. Dimulai dari mencari tempat yg ada wifi karena kampus lagi mati lampu sampai diskusi online di rumah. 'Penuh perjuangan d..hehe.. Tapi namanya juga belajar, harus bersabar. Haha
Ruth says : Perkuliahan online mungkin baru pertama kali saya lakukan. namun menurut saya perkuliahan online sangat menarik bagi kami dan bagi saya pribadi. Karena saya dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat dan yang berhubungan dengan perkuliahaan saya di tempat yang menyenangkan, namun saya tidak menghabiskan waktu dengan sia-sia karena saya juga mengisi waktu dengan hal yang berhubungan dengan perkuliahan. Saya menjadi lebih mengetahui cara untuk memaksimalkan pengetahuan saya tentang penggunaan internet menjadi lebih positif dan bermanfaat untuk perkuliahan saya juga. Meskipun pada awalnya kami mengalami kesulitan dalam menginterpretasikan soal yang ibu berikan namun pada akhirnya kami dapat memahami dan berusaha untuk memenuhi tugas yang ibu berikan.
Daftar pustaka
Suprijanto,H. (2007). Pendidikan orang dewasa; dari teori hingga aplikasi. Jakarta:
Bumi Aksara.
Read more "Tugas Kuliah Online I..."
Bumi Aksara.
Label:
Andragogi
Senin, 01 Maret 2010
Komunikasi Tertulis dalam POD ; resume 5
Komunikasi tertulis adalah bagian dari komunikasi yang ditujukan kepada mereka yang membaca. Bentuk komunikasi tertulis yang paling umum adalah
1. Laporan berkala dan surat edaran
Laporan berkala adalah laporan yang dikirim secara pribadi kepada orang banyak. Agar efektif, laporan tersebut harus tepat, lengkap, akurat dan mudah dibaca. Surat edaran berfokus pada peristiwa atau kejadian dalam lingkungan. Surat edaran digunakan untuk memperkuat dan memberi dorongan terhadap pelaksanaan pertemuan, demostrasi atau kegiatan lainnya.
2. Berita
Berita merujuk pada artikel yang dicetak dalam surat kabar lokal. Berita hendaknya memuat hal yang terjadi di dalam lingkungan pembaca dan juga memuat sesuatu yang baru terjadi.
3. Buletin, folder, leaflet atau pamflet
Buletin, folder, leaflet atau pamphlet adalah informasi tertulis mengenai subjek khusus yang panjangnya bervariasi. Informasi yang terkandung hendaknya jelas dan lengkap, singkat tetapi tidak dibuat-buat.
4. Poster
Poster adalah lembar kertas atau karton dengan ilustrasi dan biasanya menggunakan sedikit kata. Poster digunakan untuk menekankan pada ide atau fakta dan menstimulasi orang untuk mendukung ide, memperoleh lebih banyak informasi atau melakukan berbagai macam aksi.
Cara Menulis Cepat
Tips yang dapat digunakan untuk menulis cepat :
· Tulis dengan simpel dan jelas
· Pahami pembaca
· Buat outline
· Buat draft kasar
· Pilih kata-kata yang sederhana dan sopan
· Gunakan bahasa yang sederhana
· Gunakan tanda baca untuk memperjelas
· Gunakanlah huruf besar hanya untuk hal yang khusus
· Jadilah editor sendiri
· Minta persetujuan yang berwenang sebelum diperbanyak
· Selesaikan tepat waktu.
Cara Menulis Agar Mudah Dibaca
Beberapa hal yang harus diperhatikan agar tulisan mudah dibaca :
· Gunakan bahasa percakapan sehari-hari
· Gunakan kata-kata yang pendek dan mudah dimengerti
· Gunakan kata-kata personal
· Gunakan kalimat yang pendek dan bervariasi
· Gunakan paragraf yang pendek
· Susun kalimat dengan urutan yang baik
Referensi :
Suprijanto,H. (2007). Pendidikan Orang Dewasa; dari Teori hingga Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Read more "Komunikasi Tertulis dalam POD ; resume 5..."
Label:
Andragogi
Sabtu, 27 Februari 2010
Perencanaan dan Metode POD ; resume 4
Komponen Perencanaan
Beberapa komponen perencanaan pendidikan yaitu peserta didik, tujuan, sumber, kurikulum, pelaksana, kondisi masyarakat, manfaat dan struktur organisasi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pendidikan :
1. Penelitian sebelumnya
2. Penelitian lokasi
3. Perkiraan kebutuhan
4. Penyusunan skala prioritas
5. Penyusunan tujuan dan strategi
6. Rancangan pelaksanaan
7. Penetapan waktu pelaksanaan
8. Penilaian
Perencanaan Partisipatif
Prinsip perencanaan partisipatif :
1. Perlu adanya hubungan dan kerja sama yang baik antara lembaga pendidikan dan masyarakat
2. Partisipan tertarik dan mau belajar, memiliki kemampuan intelektual, paham masalah pendidikan dan merupakan anggota kelompok.
3. Teknik kerja kelompok
4. Ramalan dan pembuatan program.
5. Pengambilan keputusan.
Prosedur perencanaan partisipatif :
1. Menentukan kebutuhan dasar
2. Melakukan ramalan dan menentukan program, tujuan, misi dan prioritas
3. Menspesifikasikan tujuan
4. Menentukan standar performansi
5. Menentukan alat/metode/alternatif pemecahan
6. Melakukan implementasi dan penilaian
7. Mengadakan review
Prosedur yang perlu dilakukan oleh fasilitator :
1. Identifikasi kebutuhan dan tingkat kebutuhan
2. Identifikasi faktor pendukung dan sumber daya lain
3. Merumuskan tujuan pelatihan
4. Memilih dan menetapkan bahan yang relevan
5. Membangun hubungan yang logis dan mengarah pada tujuan
6. Merumuskan materi dan muatan
7. Merencanakan kebutuhan waktu
8. Menyusun langkah-langkah yang tepat
9. Memilih dan menggunakan beragam metode
10. Menentukan waktu pelaksanaan
11. Mengusahakan agar waktu tidak terbuang sia-sia
12. Mempersiapkan sarana belajar lainnya
13. Menentukan tempat pelatihan dan pengaturan ruangan
Peristiwa Pengajaran
Fungsi peristiwa pengajaran :
1. Memperoleh perhatian peserta didik
2. Memberitahukan tujuan khusus kepada peserta didik
3. Membantu peserta didik mengingat pengetahuan yang telah dimiliki
4. Menyajikan materi
5. Memberikan bimbingan belajar
6. Memperoleh performansi
7. Memberi umpan balik
8. Menilai performansi
9. Meningkatkan retensi dan transfer
Rancangan Pengajaran
Rancangan pengajaran mempunyai prosedur :
1. Identifikasi tujuan pengajaran
2. Melakukan analisis pengajaran
3. Identifikasi tingkah laku dan ciri-ciri peserta didik
4. Merumuskan tujuan performansi
5. Mengembangkan butir-butir tes acuan
6. Mengembangkan strategi pengajaran
7. Mengembangkan dan memilih materi
8. Merancang dan melakukan evaluasi formatif
9. Merevisi materi pengajaran
10. Merancang dan melakukan evaluasi sumatif
B. Metode POD
Metode POD dapat ditinjau dari dua sudut pandang yaitu kontinum proses belajar dan jenis pertemuan yang dilakukan dalam POD
Metode POD sebaiknya dipilih berdasarkan tujuan pendidikan yaitu :
1. Membantu orang menata masa lalu dengan cara baru
2. Memberikan pengetahuan baru
Beberapa jenis pertemuan yang dilakukan dalam POD yaitu institusi, konvensi, konferensi, lokakarya, seminar, kursus kilat, kuliah bersambung, kelas formal dan diskusi terbuka.
Dalam merencanakan pertemuan, perencana harus mengarahkan perhatian pada
1. Tahap menghubungi orang
2. Cara menerima peserta
3. Apa yang terjadi dalam pertemuan
4. Cara mengevaluasi pertemua
Beberapa metode yang sering digunakan dalam POD :
1. Diskusi yaitu pertemuan antara dua orang atau lebih yang membahas topik tertentu yang menjadi pusat perhatian bersama. Diskusi efektif jika pesertanya hanya sedikit.
2. Karyawisata adalah kunjungan terencana ke suatu tempat khusus di luar kelas dengan tujuan khusus.
3. Demostrasi adalah metode yang sering digunakan dalam pertanian dan industri.
4. Pelatihan adalah metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan mengubah sikap secara spesifik
Daftar Pustaka :
Suprijanto,H. (2007). Pendidikan orang dewasa; dari teori hingga aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Read more "Perencanaan dan Metode POD ; resume 4..."
Label:
Andragogi
Langganan:
Postingan (Atom)